Senin, 09 November 2015

Globalislamisasi

            Alasan untuk tidak mengerti arti dari globalisasi sudah ketinggalan zaman. Awal dikenalkannya Globalisasi di negara berkembang menuai kontroversi. Pro dan kontra sudah pasti menjadi hasil dari proses yang akan diberlakukan. Beruntung apabila globalisasi akan memajukan urusan negara, menyedihkan ketika negara kalah bersaing dalam proses globalisasi. Karena kita tidak dapat menghindar dan mengelak bahwa kita sedang berproses.
            Islam didatangi kritik ketika perihal globalisasi. Sudah umum menganggap Islam sebagai agama yang kaku, menurut mereka yang melihat aksi para kaum muslim bukan melalui telaah agama itu sendiri. Sesungguhnya yang membawa image buruk bagi agama adalah kaumnya yang tidak berhat-hati dalam bertindak. Perilaku baik menjadi hal yang tidak perlu diberi perhatian sedangkan perilaku buruk sedikit saja dapat merubah semua penilaian baik. Semua kembali kepada individu. Individu pula yang akan melancarkan globalisasi.
            Globalisasi terkenal akan peningkatan teknologi, penyebaran ajaran sehingga dapat memajukan suatu kaum, perluasan perdagangan dan banyak hal lagi. Ketakutan setiap agama mayoritas yang mendiami suatu wilayah adalah ketika globalisasi akan ikut campur dalam berbudaya dan agama. Karakter suatu negara dapat dilihat dari budayanya. Apabila globalisasi menunjukkan bahwa tidak ada lagi batasan dalam melakukan komunikasi, yang menjadi kunci, tidak hanya kerjasama yang saling bertukar tetapi penyebaran paham tertentu mengiringi disebaliknya. Budaya Barat akan mengalahkan budaya Asia yang saling gotong-royong, pula ketika suatu negara yang kental akan ajaran agama mau tidak mau akan terkena pengaruh budaya Barat. Kembali kepada individu yang seharusnya pintar dalam memilah informasi. Sosialisasi ke penjuru pelosok negri dibutuhkan sehingga dapat mengerti mana yang seharusnya ilmu yang dapat diterapkan dan mana yang tidak.
            Jikalau mencemaskan dominasi Barat dalam agama Islam, para ulama sebaiknya memanfaatkan situasi ini dalam berdakwah. Toh globalisasi melambangkan kebebasan dalam mengakses informasi dengan pengenalan internet dan satelit yang bebas akses sehingga belahan bumi diluar sana dapat memahami Islam dan beruntung menambah jamaah tabligh. Memperluas pemahaman dan mempersempit wilayah menjadi kunci globalisasi. Tidak perlu bersusah payah mendatangi negara, kota, desa satu dan yang lain. Sosial media dan situs untuk broadcast video sudah banyak dan mendaftarnya pun mudah nan gratis. Pemanfaatan fasilitas digunakan seefektif dan seoptimal mungkin. Budaya Barat menurut saya dapat beriringan dengan budaya Islam sub berdakwah. Anak kecil, remaja, hingga lanjut usia tidak jauh dari telepon pintar. Merekrut developer untuk membuat aplikasi yang berisi konten Islam yang dapat diunduh gratis salah satu solusinya. Sehingga alasan untuk tidak mengetahui tentang suatu agama seperti tidak sempat mendatangi pengajian rutin dan cermah dapat diminimalisir dengan adanya aplikasi tersebut.
            Fitur share sangat membantu dalam penyebaran informasi. Tanpa unduh tanpa mencari, dengan seseorang yang berteman dengan anda di sosial media dan men­-share yang berisi nilai-nilai, tidak hanya Islami, akan terpampang di homepage anda yang tanpa sengaja pasti akan terlihat. Salah satu kecemasan budaya Barat yang tidak peduli sekitar dan hanya memandangi layar seluler akan diminimalisir apabila apa yang dituangkan didalam sosial media disaring. Cukup berpengaruh ketika anda menambahkan yang menjadi teman di sosial media, karena di alam bawah sadar akan terekam semua apa yang sudah dibaca, baik itu bermanfaat atau tidak. Tidakkah bosan menyalahi budaya Barat ketika generasi sekarang menjadi tidak peka dengayn keadaan sekitar?
            Pendidikan untuk saling peduli dan peka akan keadaan suatu hal perlu diajarkan sejak dini. Apa yang dilihat suatu masyarakat yang mengkhawatirkan lunturnya budaya yaitu takut kalah sebelum bertarung. Belum berjuang untuk mempertahankan dan menyebarkan, sudah tidak bernyali untuk mengikuti kompetisi. Budaya Barat tidak melulu jelek, Cuek dan tidak peka berakar dari sikap mereka yang tidak ingin mencampuri urusan orang yang belum tentu menjadi urusannya, pula menjadi mandiri tidak meminta bantuan apabila sanggup melakukannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar